openqareer

SPV QC CENTRAL KITCHEN RESTAURANT

SHOX RUMAHAN · Jakarta

JOB DESCRIPTION – SPV QC CENTRAL KITCHEN Industry: F&B – Restaurant Scope: Nusantara & Japanese Cuisine Department: Quality Control / Quality Assurance Reporting to: QC/QA Manager atau Head of Central Kitchen Tujuan Jabatan Mengawasi pelaksanaan quality control dan food safety pada seluruh proses produksi di Central Kitchen, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, preparation, cooking, cooling, packing, hingga distribusi ke outlet , untuk memastikan produk Nusantara dan Japanese memiliki kualitas, rasa, keamanan, dan konsistensi sesuai standar perusahaan. 1. Incoming Material / Receiving QC Melakukan pengawasan QC saat penerimaan bahan baku. Memastikan bahan baku sesuai quality specification . Melakukan pemeriksaan: Freshness Appearance Aroma Color Texture Size/grade Quantity Temperature Packaging Expiry date Memastikan bahan baku berasal dari supplier yang approved. Menentukan status Accept / Hold / Reject . Memastikan bahan baku yang tidak sesuai specification tidak masuk ke proses produksi. Contoh bahan Nusantara Daging sapi Ayam Ikan Seafood Santan Cabai Rempah Sayuran Bumbu dasar Contoh bahan Japanese Salmon Tuna Ebi Seafood Nori Rice Miso Soy sauce Mirin Tofu Japanese vegetables 2. Raw Material Storage Control Mengawasi penyimpanan bahan: Dry storage Chiller Freezer Frozen seafood Fresh produce Meat storage Memastikan: FIFO / FEFO berjalan. Temperature monitoring dilakukan. Produk dipisahkan berdasarkan kategori. Raw material tidak terkontaminasi. Produk diberi label dan tanggal yang jelas. Tidak terjadi cross contamination . 3. Production Process QC Melakukan monitoring QC selama proses: Preparation → Cooking → Cooling → Packing → Storage → Delivery Memastikan production mengikuti: Recipe Standard portion Cooking method Cooking temperature Cooking time Product specification Hygiene standard SOP Central Kitchen 4. QC Produk Nusantara Memastikan konsistensi produk seperti: Rendang Gulai Soto Rawon Opor Sambal Ayam/daging berbumbu Bumbu dasar Sauce Marinade Parameter QC: Taste Aroma Color Texture Consistency Portion Yield Contoh: Rendang hari ini harus memiliki tingkat kematangan, warna, tekstur, dan rasa yang konsisten dengan batch sebelumnya.5. QC Japanese Cuisine Untuk Japanese cuisine, QC harus lebih memperhatikan freshness, temperature control, handling seafood, rice quality, dan cross contamination . Monitoring: Freshness seafood Salmon/tuna quality Seafood temperature Sushi/sashimi handling Rice texture Rice temperature Nori condition Sauce & seasoning consistency Product shelf life Cold chain Untuk produk yang menggunakan raw seafood , kontrol suhu, hygiene, handling, traceability, dan shelf life harus sangat ketat. 6. Finished Product QC Melakukan pemeriksaan produk sebelum dikirim ke outlet. Parameter: Sensory Taste Aroma Color Texture Appearance Physical Weight Portion Size Packaging Safety Temperature Foreign object Packaging integrity Label Expiry/use-by information Menentukan status: RELEASE → HOLD → REJECT 7. Central Kitchen Food Safety Mengawasi penerapan: GMP SSOP HACCP Personal Hygiene Food Safety Cleaning & Sanitation Pest Control Allergen Control Cross Contamination Prevention Memastikan seluruh area Central Kitchen memenuhi standar hygiene dan sanitation perusahaan. 8. Temperature Control Melakukan monitoring temperature pada critical point: Receiving → Storage → Cooking → Cooling → Packing → Dispatch → Outlet Memastikan setiap hasil monitoring terdokumentasi. Jika terjadi temperature deviation: Hold product Identifikasi batch Assess risk Investigasi penyebab Tentukan disposition Corrective action Dokumentasi 9. QC Audit Melakukan audit rutin terhadap: Production Warehouse Chiller/freezer Kitchen Packing Dispatch Hygiene Personal hygiene Equipment Documentation Membuat: QC checklist Audit report Finding report Corrective Action Preventive Action Follow-up report 10. Handling Complaint dari Outlet Jika outlet melaporkan: "Sambal terlalu asin." atau "Salmon berbau." atau "Rendang terlalu keras." SPV QC harus melakukan: Complaint → Product Identification → Batch Traceability → Hold → Investigation → Root Cause → Corrective Action → Preventive Action Tidak hanya mengganti produk, tetapi mencari mengapa masalah terjadi . 11. Traceability & Recall Memastikan setiap produk dapat ditelusuri berdasarkan: Supplier Raw material batch Production date Production batch Expiry/use-by date Production team Outlet distribution Jika ditemukan masalah serius, membantu proses: Product Hold → Product Withdrawal → Recall → Investigation → Corrective Action 12. Team Management Sebagai Supervisor, bertanggung jawab terhadap tim QC: Membuat jadwal kerja QC. Membagi area inspection. Melakukan briefing. Monitoring pekerjaan QC. Coaching & training. Evaluasi performance. Memastikan QC melakukan inspection sesuai SOP. Memastikan dokumentasi lengkap. Membangun budaya quality first . 13. Coordination dengan Production SPV QC harus bekerja sama dengan: Production → Warehouse → Purchasing → Supply Chain → R&D → Operations → Outlet Namun tetap menjaga independensi QC. Contohnya: Production membutuhkan bahan yang tidak sesuai specification karena harus mengejar target. SPV QC harus mampu mengatakan HOLD/REJECT apabila memang tidak memenuhi standard food safety atau specification, kemudian melakukan escalation sesuai prosedur. 14. Improvement & Cost Control Melakukan analisis: Reject rate Food waste Product variance Supplier defect Customer complaint Production deviation Rework Yield Kemudian membuat improvement untuk: Mengurangi waste. Mengurangi reject. Meningkatkan consistency. Mengurangi customer complaint. Meningkatkan yield. Mengurangi cost akibat quality issue Application Question(s): salary terakhir anda saat ini ? berapa tahun pengalaman anda sebagai SPV QC CENTRAL KITCHEN / FOOD MANUFACTURING Usia anda saat ini ? maksimal 40 th Experience: Area Kitchen Manager: 3 years (Required) Work Location: In person

Наблюдалась 2026-09-15, впервые 2026-08-26, источник — Indeed.

Открыть у работодателя